Sabtu, 25 Februari 2012

PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM


PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM

A.   Pendekatan dalam Pendidikan Islam.
       Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pendidikan Islam:
1.      Pendekatan Pengalaman.
            Pendekatan pengalaman yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada siswa, dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. Dengan pendekatan ini siswa diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman keagamaan baik secara individual maupun kelompok.

2.    Pendekatan Pembiasaan.
            Pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi. Dengan pembiasaan pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajaran agamanya, baik secara individual maupun secara berkelompok dalam kehidupan sehari-hari.

3.    Pendekatan Emosional.
                        Pendekatan emosional adalah adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meyakini ajaran Islam serta dapat merasakan mana yang baik mana yang buruk.

4.    Pendekatan Rasional.
                        Pendekatan rasional adalah suatu pendekatan mempergunakan rasio (akal) dalam memahami dan menerima kebesaran kekuasaan Allah.

5.    Pendekatan Fungsional.
                        Pengertian fungsional adalah usaha memberikan materi agama menekankan kepada segi kemanfaatan bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan tingkat perkembangannya.

6.    Pendekatan keteladanan.
                        Pendekatan keteladanan adalah memperlihatkan keteladanan, baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, perilaku pendidikan dan tenaga pendidikan lain yang mencerminkan ahlaq terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan.

            Dalam pendekatan keteladanan ini ada beberapa metode yang dapat dipergunakan diantaranya, melalui performance, kepribadian, cerita, dan ilustrasi yang mengandung unsur keteladanan
B.   Metode Pendidikan Islam.

                        Para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:
1.     Hasan Langgulung: metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.
2.     Abd Rahman Ghunaimah: metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.

                             Langgulung berpendapat bahwa penggunaan metode berdasarkan atas tiga aspek pokok yaitu:
a.     Sifat-sifat dan kepentingan yang berkenaan dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu pembinaan                             manusia mukmin yang mengaku sebagai hamba Allah.
b.     Berkenaan dengan metode-metode yang betul-betul berlaku yang disebutkan dalam Alquran.
c.     Membicarakan tentang pergerakan (motivation) dan disiplin.

                             Metode pendidikan Islam sangat menghargai kebebasan individu, selama kebebasan itu sejalan dengan fitrahnya, sehingga seorang guru dalam mendidik tidak dapat memaksa muridnya dengan cara yang bertentangan dengan fitrahnya. Akan tetapi guru harus bertanggung jawab dalam membentuk karakter muridnya. Dia tidak boleh duduk diam sedangkan murid-muridnya memilih jalan yang salah.   

C.   Dasar Metode Pendidikan Islam.

                             Metode pendidikan Islam dalam penerapannya banyak menyangkut permasalahan individual atau sosial peserta didik dan pendidik itu sendiri, sehingga dalam menggunakan metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode pendidikan Islam. Dalam hal ini tidak bisa terlepas dari dasar agama, biologis, psikologis, dan sosiologis.
a)     Dasar Agama.
           Alquran dan AsSunah tidak bisa dilepaskan dari pelaksanaan metode pendidikan Islam. Dalam kedudukannya sebagai dasar ajaran Islam, maka dengan sendirinya metode pendidikan Islam harus merujuk pada kedua sumber ajaran tersebut.
b)    Dasar Biologis.
           Perkembangan biologis manusia, mempunyai pengaruh dalam perkembangan intelektualnya. Sehingga semakin lama perkembangan biologi seseorang, maka dengan sendirinya makin meningkat pula daya intelektualnya. Dalam memberikan pendidikan dan pengajaran dalam pendidikan Islam, seorang pendidik harus memperhatikan perkembangan biologis peserta didik.
c)     Dasar Psikologis.
           Metode pendidikan Islam baru dapat diterapkan secara efektif, bila didasarkan pada perkembangan dan kondisi psikologis peserta didik. Sebab perkembangan dan kondisi psikologis siswa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap internalisasi nilai dan transformasi ilmu.
d)    Dasar Sosiologis.
           Interaksi yang terjadi antara sesame siswa dan interksi antara guru dan siswa, merupakan interaksi timbal balik yang kedua belah pihak akan saling memberikan dampak positif pada keduanya.
Oleh karena itu, guru sebagai pendidik dalam berinteraksi dengan siswanya hendaknya memberikan teladan dalam proses sosialisasi dengan pihak lainnya.   

D.   Prinsip Metode Pendidikan Islam.
                       
                             Seorang pendidik perlu memperhatikan prinsip-prinsip metode pendidikan, sehingga para pendidik mampu menerapkan metode yang tepat dan cocok sesuai dengan kebutuhannya. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1)    Mempermudah
           Metode yang digunakan oleh pendidik pada dasarnya adalah menggunakan suatu cara yang memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menghayati dan mengamalkan ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan sekaligus mengidenntifikasi dirinya dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ilmu pengetahuan dan ketrampilan tersebut.
2)    Berkesinambungan
           Berkesinambungan dijadikan sebagai prinsip metode pendidikan Islam, karena dengan asumsi bahwa pendidikan Islam adalah sebuah proses yang berlangsung terus menerus.
3)    Fleksibel dan Dinamis
           Metode pendidikan Islam harus digunakan dengan prinsip fleksibel dan dinamis. Sebab dengan kelenturan dan kedinamisan metode tersebut, pemakaian metode tidak hanya monoton dan zaklik dengan satu macam metode saja.

E.   Metode Pendidikan Menurut Pakar Pendidikan Islam.
                       
                             Para ahli didik Islam telah merumuskan berbagai metode pendidikan Islam diantaranya adalah Abdur Rahman an nahlawi, beliau mengungkapkan metode pendidikan sebagai berikut:
a)     Metode hiwar (percakapan) Qurani dan Nabawi.
b)    Mendidik dengan kisah Qurani dan Nabawi.
c)     Mendidik dengan amtsal Qurani dan Nabawi.
d)    Mendidik dengan member teladan.
e)     Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengalaman.
f)     Mendidik dengan mengambil ibrah (palajaran) dan mauizah (peringatan).
g)    Mendidik dengan membuat senang (targhib) dan membuat takut (tarhib).

F.    Metode Mengajar Dalam Pendidikan Islam.

                        Metode –metode tersebut diantaranya:
1)    Metode Ceramah                                             10)    Metode Unit
2)    Metode Diskusi                                               11)    Metode Sosio Drama
3)    Metode Tanya jawab                                       12)    Metode Studi Kemasyarakatan
4)    Metode Demonstrasi                                       13)    Metode Modul
5)    Metode Karyawisata                                       14)    Metode Berprogram
6)    Metode Penagasan                                          15)    Dan lain-lain
7)    Metode Pemecahan masalah
8)    Metode Simulasi
9)    Metode Eksperimen

G.   Tehnik  Mengajar dalam Pendidikan Islam.

                             Berbeda dengan metode, teknik lebi bersifat spesifik.Hadari Nawawi menawarkan beberapa                  teknik pendidikan Islam.

1.     Mendidik melalui keteladanan
           Dalam proses pendidikan berarti setiap pendidik harus berusaha menjadi teladan peserta didiknya. Teladan dalam semua kebaikan dan bukan sebaliknya. Dengan teladan tersebut diharapkan peserta didik senantiasa akan mencontoh segala sesuatu yang baik-baik dalam perkataan maupun perbuatan.

2.     Mendidik melalui kebiasaan.
           Faktor pembiasaan ini hendaknya dilakukan secara kontinu dalam arti dilatih dengan tidak jemu-jemunya, dan faktor ini pun harus dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan buruk.

3.     Mendidik melalui cerita dan nasehat.
           Teknik ini bertumpu pada bahasa, baik lisan maupun tertulis. Dan teknik ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan psikologis peserta didik, bila disampaikan dengan baik.

4.     Mendidik melalui disiplin.
           Peserta didik sejak dini harus dikenalkan dengan nilai-nilai yang mengatur kehidupan manusia, yang berguna bagi dirinya masing-masing agar berlangsung tertib, efisien, dan efektif.

5.     Mendidik melalui partisipasi.
           Peserta didik diberi kesempatan berpartisipasi, antara lain melalui proses bertukar pikiran antara pendidik dan  peserta didik. Tentu saja dengan menyesuaikan taraf umur dan perkembangan siswa.

6.     Mendidik melalui pemeliharaan.
           Dalam masalah ini, anak-anak memerlukan perlindungan agar terhindar dari pengaruh buruk dari kawan-kawan atau masyarakat sekitarnya. Disaat ini pula anak-anak membutuhkan kasih saying dan perhatian yang cukup.



                                                                                                     Dikutip dari buku:
                                                                                                     Ilmu Pendidikan Islam.
                                                                                                     Oleh:
                                                                                                     Prof. DR. H. Ramayulis.
              




                                           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar